
Ratusan mahasiswa Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno (UINFAS) Bengkulu antusias mengikuti International Career Week yang digelar di Aula Jamaan Nur, Sabtu (30/8/2025). Acara ini menghadirkan berbagai narasumber inspiratif, mulai dari pengusaha muda, akademisi internasional, hingga praktisi bisnis yang memberikan motivasi tentang kemandirian, jejaring, dan pentingnya terus belajar.
Perspektif Akademisi Internasional

Sementara itu, Mahmood Rahimi, dosen Nuristan Institute of Higher Education Afghanistan yang kini menempuh studi doktoral di Indonesia, menekankan pentingnya pengalaman lintas budaya.
“Belajar di luar negeri memberikan banyak perspektif berbeda. Kita tidak hanya dapat ilmu, tapi juga keterampilan dari para ahli dengan sudut pandang yang beragam. Itulah alasan saya memilih Indonesia sebagai tempat melanjutkan studi PhD,” jelas Mahmood.
Ia menekankan dua kunci sukses: grit (ketekunan pantang menyerah) dan manajemen waktu. “Grit lebih kuat dari motivasi maupun bakat. Kalau kita tekun, kita bisa meraih banyak hal. Sukses juga tergantung bagaimana kita membangun jaringan dan menggunakan waktu dengan bijak,” tambahnya.
HIPMI Bengkulu: Jangan Pernah Berhenti Belajar


Ketua Umum BPD HIPMI Bengkulu, Yosia Yodan, juga memberi motivasi tentang pentingnya terus belajar, membangun koneksi, dan personal branding. Ia mencontohkan kisah Steve Jobs yang berhasil menemukan kekuatan dari keahliannya dalam dunia teknologi hingga menjadi ciri khas produk Apple.
“Jangan merasa sendiri. Banyak teman dan mentor yang bisa mendukung. Coaching dan mentoring sangat penting. Koneksi yang baik akan membuka banyak peluang. Bahkan hal kecil seperti sopan santun bisa berdampak besar,” ujar Yosia.
Ia menegaskan pentingnya membangun komunikasi, jejaring, serta menjaga sikap positif. “Kalau ikut pelatihan atau seminar, buka jaringan dengan sopan supaya orang ingat kita. Jangan lupa juga personal branding lewat media sosial seperti Instagram atau TikTok agar dikenal luas,” tambahnya.
Sementara itu, Dwi Ressy Oktiyana, Ketua Bidang IX UMKM, Koperasi dan Kewirausahaan BPD HIPMI Bengkulu, berbagi perjalanan inspiratifnya membangun bisnis sejak muda. Dari usia 18 tahun, ia sudah mandiri tanpa meminta uang jajan kepada orang tua karena mendapatkan beasiswa dari kampusnya.
“Sejak remaja saya sudah belajar menabung, lalu mulai merintis bisnis wedding organizer yang saya sebut ‘megapartis’. Awalnya sulit, tapi saya percaya kalau dijalani dengan tekun pasti berhasil,” ungkap Dwi.
Ia menceritakan perjuangannya bekerja keras selama 10 tahun (2006–2016) sebagai pengajar dari pagi hingga malam sambil tetap mengembangkan bisnis. Puncaknya, sejak 2014 bisnisnya berkembang pesat hingga bisa menangani 2–3 pengantin dalam satu akhir pekan dengan tarif mencapai Rp7 juta per pengantin. Dari bisnis ini, Dwi bahkan berhasil membeli rumah dan membayar uang muka ratusan juta.
“Bagi saya, lebih baik jadi bos untuk diri sendiri. Kalau mau usaha, jangan cuma ngomong, tapi buktikan. Mulai dari kecil, pelan-pelan, dan biarkan hasil kerja yang berbicara,” tegasnya.
Mahasiswa Didorong Mandiri
Melalui kegiatan International Career Week ini, HIPMI Bengkulu ingin mendorong mahasiswa untuk tidak hanya fokus menjadi pekerja, tetapi juga berani mandiri dengan membangun usaha sendiri. Kolaborasi, sikap pantang menyerah, serta kemampuan memanfaatkan peluang diyakini menjadi kunci kesuksesan di era global saat ini.
